1. Pengertian CMS
Content
Management System atau lebih populer dengan singkatan CMS, pertama kali muncul
sebagai jawaban atas solusi dari kebutuhan manusia akan penyediaan informasi
yang sangat cepat.
Secara
teori, CMS dapat diartikan sebagai berikut:
a.
CMS adalah sebuah sistem yang memberikan kemudahan kepada para pengguna dalam mengelola
dan mengadakan perubahan isi sebuah website dinamis tanpa sebelumnya dibekali
pengetahuan tentang hal-hal yang bersifat teknis. Dengan demikian setiap orang,
penulis, maupun editor, setiap saat dapat menggunakannya secara leluasa untuk
membuat, menghapus atau bahkan memperbaharui isi website tanpa campur tangan
langsung dari pihak webmaster
b.
CMS dapat diartikan sebuah sistem yang digunakan untuk mengelola isi sebuah web
secara dinamis [7].
c.
CMS dapat diartikan sebuah teknologi baru yang masih asing bagi sebagian orang
yang dapat membawa kesuksesan untuk setiap web.
Berdasarkan
beberapa definisi di atas, secara sederhana dapat dikatakan CMS adalah suatu
sistem yang dibuat dengan menggunakan teknologi, dalam hal ini skrip berbasis
server, database server dan webserver oleh seorang yang mempunyai kemampuan
memprogram web yang sangat baik agar pengelolaan website itu dapat dilakukan
oleh siapa saja sehingga content web dapat selalu dinamis.
2.
Fungsi dan Manfaat CMS
2.1
Fungsi CMS
Sebuah
sistem CMS bisa dikatakan baik apabila telah memenuhi beberapa persyaratan yang
meliputi beberapa fungsi pokok yaitu:
1).
Fungsi pembuatan isi (content creation)
Dalam
bagian ini fungsi dibuat agar diarahkan untuk mampu menangani pengisian
informasi secara mudah dan efisien, dimana seorang penulis informasi tidak
perlu menggunakan tag HTML dalam membuat sebuah halaman web.
2).
Fungsi manajemen isi (content management)
Dalam
bagian ini fungsi dibuat untuk mengatur pusat isian, baik penampilan data yang
sudah atau belum terpakai sehingga dalam proses penampilan informasinya menjadi
mudah.
3).
Fungsi menerbitkan isi untuk ditampilkan (publishing)
Dalam
bagian ini fungsi dibuat untuk memuat fleksibilitas dan pengembangan halaman
web yang dihasilkan. tampilan (Layout) halaman dispesifikasikan melalui sebuah
halaman dengan pola yang telah disediakan (template)
4).
Fungsi penampil isi (presentation)
Dalam
bagian ini fungsi dibuat untuk menampilkan isi terhadap informasi yang telah
tersimpan untuk ditampilkan di atas browser.
Macam-macam CMS
Berikut adalah beberapa macam CMS
yang paling sering digunakan orang, dan sebenarnya masih banyak lagi CMS-CMS
yang bertebaran di internet.
1. CMS Wordpress
Tentu bagi kalian yang sudah lalu
lalang di dunia web dan blog tidak asing lagi dengan CMS ini, namun untuk
informasi bagi yang belum tahu, CMS Wordpress ini adalah sebuah CMS yang
sebenarnya dikategorikan ke dalam CMS jenis Blog. Meskipun di khususnya untuk
blog, namun kenyataannya banyak sekali developer-developer yang menggunakan CMS
ini untuk membuat sebuah website baik itu company profile, hingga toko online.
Karena CMS Wordpress ini selain User Friendly, juga memiliki fitur dan layanan
yang banyak, selain itu dukungan komunitas juga sudah menyebar luas.
2. CMS Joomla
CMS Joomla juga banyak yang
menggunakannya. Mayoritas CMS Joomla digunakan untuk membuat sebuah website
baik itu company profile, personal, website sekolah, hingga toko online. Karena
CMS Joomla ini memang dikhususnya untuk membangun website yang powerfull.
Meskipun CMS Wordpress juga powerfull, tetapi CMS Joomla lebih komplek dari CMS
Wordpress dan sistem manajemennya yang sedikit rumit dari CMS Wordpress.
3. CMS Drupal
Dengan Drupal Anda dapat dengan
mudah membangun berbagai jenis halaman website-dari membuat blog sederhana
sampai forum online dengan komunitas yang besar. Desain Drupal memang tidak
sebagus Joomla!, tapi sangat mudah untuk di-customize. Drupal memiliki beberapa
modul tambahan yang menarik, seperti untuk search tool dan search-engine
friendly URL, dan agregator berita.
4. Aura CMS
Ini adalah salah satu CMS hasil
buatan anak indonesia. Namun, CMS ini masih banyak mempunyai kekurangan
dibandingkan CMS-CMS seperti di atas, tetapi jika anda mampu mengembangkan CMS
ini, alhasil CMS ini akan setara dengan CMS-CMS yang sudah populer saat ini.
5. CMS Opencart
CMS OpenCart adalah CMS khusus
untuk membuat sebuah Toko Online. CMS ini juga banyak dipakai baik bagi
kalangan personal maupun developer yang ingin membangun sebuah toko online. CMS
Opencart ini sudah bisa dibilang lengkap, karena memang CMS ini dikhususkan
untuk E-Commerce. Beda dengan CMS-CMS diatas. Kekurangan CMS Opencart adalah
dari sisi SEO, tetapi untuk manajemen kontennya CMS ini bisa dibilang mudah.
6. CMS Prestashop
CMS Prestashop juga sama dengan
CMS Opencart, kedua CMS ini sama-sama dikhususkan untuk membuat sebuah toko
online dengan mudah.
7. CMS Moodle
Mungkin ada sudah pernah
mendengar dan ada yang belum. Yaps, CMS ini memang agak asing, karena umumnya
yang memakai CMS ini adalah sebuah instansi sekolah. CMS Moodle adalah sebuah
CMS yang digunakan untuk membuat aplikasi E-Learning. Dalam CMS Moodle ini sudah
terdiri fitur-fitur E-Learning yang sangat lengkap, mulai dari online test,
forum, dll. Manajemen CMS ini agak sedikit rumit, dan harus diperlukan
pemahaman tentang cara menggunakannya..
Sebenarnya masih banyak CMS-CMS
lain selain di atas, namun saya hanya menyebutkan beberapa CMS yang paling
banyak digunakan orang. Untuk CMS lain silahkan cari di internet dan lain waktu
saya akan memberikan informasi nya lebih lanjut.
Itulah Pengertian CMS dan
Macam-Macamnya, jika anda saat ini ingin membuat website, silahkan memakai
salah satu CMS di atas yang sesuai dengan jenis website yang akan anda buat.
Prinsip
CMS
CMS
secara prinsip dapat digunakan untuk berbagai macam keperluan dan dalam
berbagai kondisi, terutama yang berhubungan dengan dunia website, beberapa
diantaranya yaitu:
a.
Mengelola website pribadi.
b.
Mengelola website perusahaan/bisnis.
c.
Portal atau website komunitas.
d.
Galeri foto, dan lain sebagainya.
e.
Forum.
f.
Aplikasi E-Commerce.
Manfaat
CMS
Bila
CMS dapat diterapkan dengan baik, ada beberapa manfaat dari penggunaan CMS yang
dapat dijabarkan sebagai berikut[4]:
1).
Manajemen data
2).
Mengatur siklus hidup website
3).
Mendukung web templating dan standarisasi
4).
Personalisasi website
5).Sindikasi
memberikan kemungkinan kepada sebuah website untuk membagi isinya kepada
website-website yang lain.
6).
Akuntabilitas dan efisiensi







Tidak ada komentar:
Posting Komentar