Sebuah portal komprehensif menggabungkan berbagai macam internet dan aplikasi yang terkait dengan komponen-komponen teknologi. Bagaimanapun juga, daftar tersebut adalah perkenalan yang bagus kepada
teknologi yang umumnya disertakan dalam solusi portal. Beberapa dari
teknologi ini (seperti web service) secara konstan berkembang, sementara
yang lainnya (seperti database portal, yang biasanya tergabung dalam
SQL database) secara relatif merupakan teknologi yang stabil.
2. Server Web, yaitu standar web server HTTP, seperti Microsoft IIS, apache, dan sebagainya. Portal (dan asosiasinya Portlet)
berjalan di atas server aplikasi.
3. Database, yaitu sebagian
besar portal berdasar database (seperti Oracle, DB2, Sybase, atau SQL Server) yang
digunakan untuk menyimpan track dari informasi spesifik dari portal,
seperti user, setting personalisasi, jasa web yang tersedia atau portlet dan
sekuritas. Ini adalah database untuk system transaksi (seperti ERP, CRM, atau
SCM System) dimana memenehi aplikasi data spesifik pada end user.
4. Taksonomi, yaitu skema
pengklasifikasian untuk mengorganisasikan kumpulan informasi. Idealnya,
taksonomi akan menangani kumpulan dari dokumen dan membuatnya mudah dibrowse,
search atau cara lain navigasi (penelusuran) informasi sesuai keinginan
pengguna. Sebagian
besar portal perusahaan mempunyai taksonomi untuk tujuan ini, bahkan sebagian
mempunyai taksonomi otomatis berdasar metadata yang disediakan.
5. Crawler, yaitu proses
otomatis membaca, menunjuk, dan mengklasifikasikan pada interval peentuan
tertentu. Crawler
tidak
perlu membuat copy (salinan) dokumen yang ditunjuk; lebih baik dari
merujuk dengan membuat virtual card yang menggambarkan dokumen. Virtual
card tersebut akan hidup dalam indeks portal.
6. Gudang metadata, yaitu mengandung
metadata tentang isi portal dan tentang struktur dari isi. Ini termasuk
metadata tentang taksonomi, seperti metadata dari dokumen individual. Sebagai contoh,
setiap dokumen ditempatkan dalam sebuah folder disebut klien maka akan
mempunyai metadata yang disebut “klien“ dimana akan mempunyai satu atau
beberapa nilai lebih.
7. Filter, yaitu pada
umumnya tersedia dalam taksonomi untuk membatasi dokumen yang dimuat dalam
folder khusus, atau di saat mereka dikembalikan sebagai bagian dari pencarian
(search).
8. Portlet, yaitu portlet
bisa diumpamakan seperti “blok bangunan“ dari portal. Ini adalah user inferface
untuk mempresentasikan data dan fungsionalitas aplikasi beragam dalam
sebuah halaman web. Portlet melingkupi (mencakup) lapisan presentasi dan
logika bisnis. Mereka juga mengaitkan sumber data back end.
9. Index, yaitu koleksi
informasi yang memungkinkan pencarian pertanyaan secara cepat. Dalam konteks
portal.
10. Virtual card, yaitu deskripsi
dari dokumen tunggal atau potongan dari isi suatu portal. Kartu tersebut
biasanya mengandung informasi tentang isi ditempatkan secara fisik, dan
mengandung satu atau lebih nilai metadata tentang dokumen itu. Card (kartu)
11. Servis web, yaitu program
yang menerima dan merespon permintaan dalam informasi. Pada umumnya, sebuah web
service menerima permintaan berdasar format XML. Salah
satu standar adalah SOAP. Ada
public registry dan bahasa seperti UDDI, WDSL – dimana menggunakan
katalog untuk web service yang berbeda. Program panggilan yang dapat menanyakan
registry (UDDI) untuk menemukan web service yang tepat.
12. Potokol dan standar development, yaitu Komponen
yang sangat penting dalam proyek development adalah memahami standar industri
dalam membangun solusi portal dan menghubungkannya satu sama lain.
13. WDSL – Kepanjangan Web Description Languange, yaitu menggambarkan
aksi yang mendukungnya. Web servis “kuota saham“,contohnya, mungkin mempunyai
dua aksi dimana program lain bias memanggil – getStockQuote, yang menggunakan
simbol detik untuk melihat
keuntungan pada saat penutupan harga dan
getTickerSymbol dimana terdapat nama perusahaan dan keuntungannya. WDSL adalah
bahasa berbasis XML yang memungkinkan pemanggilan program dan web servis untuk
mendeskripsikan cara yang legal untuk mengirijm program.
14. UDDI
(Universal Description Discovery and Integration) , yaitu UDDI
berdasar pada spesifikasi untuk menemukan web servis dan public registry dimana
web servis dapat mempublikasikan informasi tentang dirinya. UDDI dapat
digunakan untuk mendapatkan kembali didasarkan pada “informasi deskriptif”
tentang web service. Informasi
deskriptif dapat dibuat dalam format XML seperti WDSL. UDDI telah secara luas
mendukung semua segmen dari industri internet.
15. SOAP
– Simple Object Access Protocol, yaitu berbasis
standar XML untuk membuat fungsi panggilan dalam internet dengan aplikasi lain.
SOAP menyediakan protokol pemanggilan (yang bisa digunakan sebagai alternatif
untuk HTTP GET/Post), sebuah rumah atau selubung sehingga pemanggilan aplikasi
bisa mengirim parameter ke program yang dipanggilnya, dan metode untuk
memperoleh hasil dari program itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar