Struktur
jasa akuntan/auditor
- Jasa Atestasi dalam Assurance
Jasa Atestasi dalam Assurance Jasa assurance adalah jasa profesional independen yang
meningkatkan kualitas informasi bagipara pengambil keputusan. Jasa semacam ini
dianggap penting karena penyedia jasa assurance bersifat independen dan dianggap tidak biasa berkenaan dengan informasi
yang diperiksa.Individu-individu yang bertanggung jawab membuat keputusan
bisnis memerlukan jasa assurance untuk
membantu meningkatkan keandalan dan relevansi informasi yang digunakan sebagai
dasar keputusannya. Jasa assurance dapat
dilakukan oleh akuntan publik atau oleh berbagai profesional lainnya .Sebagai
contoh, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), sebuah organisasi
nirlaba,menguji beraneka macam produk yang digunakan konsumen dan melaporkan
hasil evaluasinya atas mutu produk yang diuji dalam Warta Konsumen. Organisasi ini menyediakan informasi tersebut
untuk membantu konsumen membuat keputusan yang cerdas menyangkut produk yang mereka
beli. Sebagian besar konsumen menganggap informasi dan Warta Konsumen lebih andal dari pada informasi yang disediakan
oleh pembuat produk karena Warta Konsumen independen terhadap pembuat produk itu. Jasa-jasa assurance lain yang disediakan oleh perusahaan selain kantor
akuntan publik (KAP) meliputi penyurvei rating televisi, AC Nielsen.
- Pengertian audit
secara umum
pengertian di atas dapat diartikan
bahwa audit
adalah prosessistematis yang
dilakukan oleh orang yang kompeten dan independen
denganmengumpulkan dan mengevaluasi bahan bukti dan bertujuan
memberikan pendapatmengenai
kewajaran laporan keuangan tersebut.
- Fungsi atau jenis dari audit
1.
Audit laporan keuangan (financial statement audit). Audit laporan keuangan
adalah audit yang dilakukan oleh auditor eksternal terhadap laporan keuangan
kliennya untuk memberikan pendapat apakah laporan keuangan tersebut
disajikan sesuai dengan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Hasil audit
lalu dibagikan kepada pihak luar perusahaan seperti kreditor, pemegang saham,
dan kantor pelayanan pajak.
2. Audit kepatuhan
(compliance audit). Audit ini bertujuan untuk menentukan apakah yang diperiksa
sesuai dengan kondisi, peratuan, dan undang-undang tertentu. Kriteria-kriteria
yang ditetapkan dalam audit kepatuhan berasal dari sumber-sumber yang berbeda.
Contohnya ia mungkin bersumber dari manajemen dalam bentuk prosedur-prosedur
pengendalian internal. Audit kepatuhan biasanya disebut fungsi audit internal,
karena oleh pegawai perusahaan.
3. Audit operasional (operational
audit). Audit operasional merupakan penelahaan secara sistematik aktivitas
operasi organisasi dalam hubungannya dengan tujuan tertentu. Dalam audit
operasional, auditor diharapkan melakukan pengamatan yang obyektif dan analisis
yang
komprehensif terhadap operasional-operasional
tertentu. Tujuan audit operasional adalah untuk : 1). Menilai kinerja, kinerja
dibandingkan dengan kebijakan-kebijakan, standar-standar, dan sasaran-sasaran
yang ditetapkan oleh manajemen, 2). Mengidentifikasikan peluang dan, 3). Memberikan
rekomendasi
untuk perbaikan atau tindakan lebih lanjut. Pihak-pihak yang mungkin meminta dilakukannya audit operasional adalah manajemen dan pihak ketiga. Hasil audit operasional diserahkan kepada pihak yang meminta dilaksanakannya audit tersebut.
untuk perbaikan atau tindakan lebih lanjut. Pihak-pihak yang mungkin meminta dilakukannya audit operasional adalah manajemen dan pihak ketiga. Hasil audit operasional diserahkan kepada pihak yang meminta dilaksanakannya audit tersebut.
- Memperbaiki kualitas sistem
Audit system
kepastian kualitas adalah “proses sistematis, mandiri dan terdokumentasi untuk
memperoleh bukti objektif dan menilainya secara objektif untuk menentukan
sejauh mana criteria audit telah terpenuhi” audit ini dirancang untuk menilai
aktivitas, praktik, atau kebijakan perusahaan untuk menentukan apakah
perusahaan memiliki kemampuan untuk memnuhi standar kualitas yang telah
ditetapkan dalam operasinya. Pihak-pihak tersebut antara lain:
a.
perusahaan
untuk menilai seberapa mampu jajaran
di bawahnya mengimplementasikan sistem manajemen kualitas yang telah
ditetapkan.
b.
pelanggan
untuk mendapatkan kepastian bahwa
produk yang dikomsumsi/digunakan telah sesuai dengan standar kualitas yan
disyaratkan.
c.
pemerintah
untuk mendapatkan kepastian bahwa
produk yang dihasilkan dan dilepas ke pasar telah sesuai dengan standar
kualitas yang ditetapkan pemerintah dan aman dikomsumsi/digunakan oleh
konsumen.
d.
asosiasi
kelompok ini berkepentingan terhadap
audit sistem kepastian kualitas untuk mendapatkan informasi tentang bagaimana
perusahaan yang menjadi anggotanya mengelola manajemen kualitasnya sehingga
mampu menghasilkan produk sesuai dengan yang dipersyaratkan pelanggannya.
e.
lembaga sertifikasi
lembaga ini membutuhkan hasil audit
adlah untuk menilai kemampuan dari perusahaan dalam menerapkan sistem kepastian
kualitas yang telah ditetapkan oleh lembaga sertifikasi ini.
3. Tujuan dan Manfaat
Audit Sistem Kepastian Kualitas
Audit ini dirancang untuk menilai aktivitas, praktik,
atau kebijakan perusahaan untuk menentukan apakah perusahaan memiliki kemampuan
untuk memnuhi standar kualitas yang telah ditetapkan dalam operasinya.
Contoh :1. Tidak
mudah dijebol orang lain 2. Tidak memberikan password ke orang lain3. Server 4.
Memberikan keamana pada sistem 5.meberikan kualitas yang baik
- Pengukuran Kinerja
Untuk
mengukur kinerja, dapat digunakan beberapa ukuran kinerja. Beberapa ukuran
kinerja yang meliputi; kuantitas kerja, kualitas kerja, pengetahuan tentang
pekerjaan, kemampuan mengemukakan pendapat, pengambilan keputusan, perencanaan
kerja dan daerah organisasi kerja. Ukuran prestasi yang lebih disederhana
terdapat tiga kreteria untuk mengukur kinerja, pertama; kuantitas kerja, yaitu
jumlah yang harus dikerjakan, kedua, kualitas kerja, yaitu mutu yang
dihasilkan, dan ketiga, ketepatan waktu, yaitu kesesuaiannya dengan waktu yang
telah ditetapkan.
Menurut
Handoko, Hani, mengatakan bahwa penilaian kinerja yaitu:
- Perbaikan kinerja, umpan balik pelaksanaan kerja memungkinkan karyawan, manajer dan departemen personalia dapat memperbaiki kegiatan-kegiatan mereka untuk meningkatkan prestasi
- Penyesuaian-penyesuaian gaji, evaluasi kinerja membantu para pengambil keputusan dalam menentukan kenaikan upah, pemberian bonus dan bentuk gaji lainnya.
- Keputusan-keputusan penempatan, promosi dan mutasi biasanya didasarkan atas kinerja masa lalu. Promosi sering merupakan bentuk penghargaan terhadap kinerja masa lalu.
- Perencanaan kebutuhan latihan dan pengembangan, kinerja yang jelek mungkin menunjukkan perlunya latihan. Demikian juga sebaliknya, kinerja yang baik mungkin mencerminkan potensi yang harus dikembangkan.
- Perencanaan dan pengembangan karier, umpan balik prestasi mengarahkan keputusan-keputusan karier, yaitu tentang jalur karier tertentu yang harus diteliti.
Contoh: 1. Ketepatan
dalam membuat laporan 2. Komunikasi dengan rekan kerja baik 3. Memberikan yang
terbaik dalam melakukan pekerjaan. 4.patut pada peraturan 5. Giat
- tes mutu sistem pemeliharaan
Memeriksa kelayakan pada
sistem serta mengecek dan mewujudkan
rencana kegiatan menjadi kenyataan. Sumber daya dan personel klien digabung
dengan sumber daya dan personel praktisi untuk mencapai tujuan pengetesan dalam
suatu sistem. Contoh jenis jasa ini adalah penyediaan jasa instalasi sistem
komputer dan jasa pendukung yang berkaitan. Pemeliharaan adalah manajemen seluruh aktivitas yang
terlibat dalam memelihara suatu peralatan dari sistem yang bekerja.Manajemen
pemeliharaan ini menjadi penting, disebabkan pemeliharaan atau perawatan
merupakan kegiatan yang sering terabaikan
-
uji keterandalan
sistem informasi
memberikan panduan bagi akuntan publik
di dalam melaksanakan keterandalan sistem informasi dan kualitas jasa yang
dihasilkan oleh pembuat dengan mematuhi berbagai standar. Serta memberikan
kemudahan dalam pengguna dan juga dapat memberikan keandalan dalam melakukan
pengecekan.
Contoh : 1.
Sistem dapat menerima dengan baik 2. Tidak mudah eror 3.dapat digunakan dengan
mudah 4. Tidak dapat terinveksi virus 5.
cepat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar